Awan hitam memburumu
Kau bergegas segera sampai rumah
Setelah panas siang tadi
Air turun membasahi tanah, menghangatkannya
Satu jam hujan berhenti
Burung-burung terbang meliuk-liuk di angkasa
Angin menyegarkan tubuh dan jiwamu
Langit yang muram perlahan sirna
Membawa cerah kembali awan berganti
Puncak gunung slamet terlihat
Mengintip
Aku tersenyum
Ia melambaikan semburat jingganya
Memperlihatkan senja yang kian merona
Pikirku ia sedang jatuh cinta
Bagaimana tidak?
Ia selalu menjadi tegar setelah badai menghantam
Ia masih bertahan dengan keindahan agungnya
Tak pernah mengeluh
Dari sisi mana pun ia tetap cantik
Tak di buat-buat
Wah
Ia benar-benar jatuh cinta.
Teruntuk, gunung slamet di depan rumahku.
Teluk, 11 April 2018
Komentar