Langsung ke konten utama

Laron-laron

Laron-laron yang mencintai cahaya..
Datang ketika terang, pulang ketika redup
Laron-laron yang mencintai cahaya..
Jangan patahkan aku, jika dia ternyata sepertimu
Laron-laron yang mencintai cahaya..
Jangan biarkan hujan membuat hatiku beku menunggu
Laron-laron yang mencintai cahaya..
Terbanglah
Hiduplah sesukamu
Biarlah hanya aku yang merasakan pilu..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan Jam Empat Sore

Awan hitam memburumu Kau bergegas segera sampai rumah Setelah panas siang tadi Air turun membasahi tanah, menghangatkannya Satu jam hujan berhenti Burung-burung terbang meliuk-liuk di angkasa Angin menyegarkan tubuh dan jiwamu Langit yang muram perlahan sirna Membawa cerah kembali awan berganti Puncak gunung slamet terlihat Mengintip Aku tersenyum Ia melambaikan semburat jingganya Memperlihatkan senja yang kian merona Pikirku ia sedang jatuh cinta Bagaimana tidak? Ia selalu menjadi tegar setelah badai menghantam Ia masih bertahan dengan keindahan agungnya Tak pernah mengeluh Dari sisi mana pun ia tetap cantik Tak di buat-buat Wah Ia benar-benar jatuh cinta. Teruntuk, gunung slamet di depan rumahku. Teluk, 11 April 2018