Langsung ke konten utama

One of Loved

Pagi adalah cerita tentang embun, cahaya dan cinta
Tak ada yang tak mencintai pagi kecuali dia benar-benar tergila-gila pada malam

Adalah dia yang tergila-gila dengan malam
dia sangat mencintai bintang-gemintang
Memuji bulan
Mengasihi angin yang berdesah menggesek tubuhnya
Dan menggilai dingin yang menusuk ke dalam jantungnya
Dialah sang gelap yang tergila-gila dan selalu merindukan malam

Pekat
Kadang biru, kadang hitam
Dialah pemilik sesungguhnya sang malam
Terus bersama, menyatu dan selalu berdampingan

Tak ada yang lebih menggilai malam kecuali gelap

-we have fire to warm our heart, not to broke or attack life other- kaf

Tranggulasih, 30 Juni 2017
(Gn. Slamet)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laron-laron

Laron-laron yang mencintai cahaya.. Datang ketika terang, pulang ketika redup Laron-laron yang mencintai cahaya.. Jangan patahkan aku, jika dia ternyata sepertimu Laron-laron yang mencintai cahaya.. Jangan biarkan hujan membuat hatiku beku menunggu Laron-laron yang mencintai cahaya.. Terbanglah Hiduplah sesukamu Biarlah hanya aku yang merasakan pilu..

Hujan Jam Empat Sore

Awan hitam memburumu Kau bergegas segera sampai rumah Setelah panas siang tadi Air turun membasahi tanah, menghangatkannya Satu jam hujan berhenti Burung-burung terbang meliuk-liuk di angkasa Angin menyegarkan tubuh dan jiwamu Langit yang muram perlahan sirna Membawa cerah kembali awan berganti Puncak gunung slamet terlihat Mengintip Aku tersenyum Ia melambaikan semburat jingganya Memperlihatkan senja yang kian merona Pikirku ia sedang jatuh cinta Bagaimana tidak? Ia selalu menjadi tegar setelah badai menghantam Ia masih bertahan dengan keindahan agungnya Tak pernah mengeluh Dari sisi mana pun ia tetap cantik Tak di buat-buat Wah Ia benar-benar jatuh cinta. Teruntuk, gunung slamet di depan rumahku. Teluk, 11 April 2018