Langsung ke konten utama

Sayap

Angkasa gelap dan terang
Tempat bercerita antara matahari dan bintang
Ruang luas dimana semua harapan tumbuh
Menuju ruang hampa lalu takdir ditentukan

Sebelum rindu mencekam
Setelah senja datang dan sang surya tenggelam
Kukepakkan kekuatanku
Keluar dari sangkar untuk bermesraan dengan malam

Nikmatnya dingin menusuk tulang rusuk yang rapuh tanpa tahu pemiliknya
Lembutnya kabut yang tercipta karena pagi semakin terasa cepat
Menggangguku yang sedang bercumbu
Dengan kesunyian yang terahasia dengan baik

Aku memberontak
Yang melindungiku dari segala rasa kasih yang suci
Hingga aku utuh menjadi milikmu..
Terpenjara dalam ruang dan waktu
Hatimu, hatiku, satu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laron-laron

Laron-laron yang mencintai cahaya.. Datang ketika terang, pulang ketika redup Laron-laron yang mencintai cahaya.. Jangan patahkan aku, jika dia ternyata sepertimu Laron-laron yang mencintai cahaya.. Jangan biarkan hujan membuat hatiku beku menunggu Laron-laron yang mencintai cahaya.. Terbanglah Hiduplah sesukamu Biarlah hanya aku yang merasakan pilu..

Hujan Jam Empat Sore

Awan hitam memburumu Kau bergegas segera sampai rumah Setelah panas siang tadi Air turun membasahi tanah, menghangatkannya Satu jam hujan berhenti Burung-burung terbang meliuk-liuk di angkasa Angin menyegarkan tubuh dan jiwamu Langit yang muram perlahan sirna Membawa cerah kembali awan berganti Puncak gunung slamet terlihat Mengintip Aku tersenyum Ia melambaikan semburat jingganya Memperlihatkan senja yang kian merona Pikirku ia sedang jatuh cinta Bagaimana tidak? Ia selalu menjadi tegar setelah badai menghantam Ia masih bertahan dengan keindahan agungnya Tak pernah mengeluh Dari sisi mana pun ia tetap cantik Tak di buat-buat Wah Ia benar-benar jatuh cinta. Teruntuk, gunung slamet di depan rumahku. Teluk, 11 April 2018