Langsung ke konten utama

Dini Hari Yang Temaram

Tak apa jika dunia tahu kau menangis
Tak apa jika orang lain tahu kau sedih, jatuh, dan dianggap menyedihkan
Tak apa selama kau percayakan bahuku untuk bersandar,
Akan kuberi pelukan terhangat untukmu

Menangislah
Terisaklah
Bersedihlah
Akan kupeluk dirimu
Sehangat kasih malam

Dini hari yang temaram

Teluk, 18 Mei 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laron-laron

Laron-laron yang mencintai cahaya.. Datang ketika terang, pulang ketika redup Laron-laron yang mencintai cahaya.. Jangan patahkan aku, jika dia ternyata sepertimu Laron-laron yang mencintai cahaya.. Jangan biarkan hujan membuat hatiku beku menunggu Laron-laron yang mencintai cahaya.. Terbanglah Hiduplah sesukamu Biarlah hanya aku yang merasakan pilu..

Hujan Jam Empat Sore

Awan hitam memburumu Kau bergegas segera sampai rumah Setelah panas siang tadi Air turun membasahi tanah, menghangatkannya Satu jam hujan berhenti Burung-burung terbang meliuk-liuk di angkasa Angin menyegarkan tubuh dan jiwamu Langit yang muram perlahan sirna Membawa cerah kembali awan berganti Puncak gunung slamet terlihat Mengintip Aku tersenyum Ia melambaikan semburat jingganya Memperlihatkan senja yang kian merona Pikirku ia sedang jatuh cinta Bagaimana tidak? Ia selalu menjadi tegar setelah badai menghantam Ia masih bertahan dengan keindahan agungnya Tak pernah mengeluh Dari sisi mana pun ia tetap cantik Tak di buat-buat Wah Ia benar-benar jatuh cinta. Teruntuk, gunung slamet di depan rumahku. Teluk, 11 April 2018