Langsung ke konten utama

Postingan

Biru

Biarkan aku bercerita tentangmu Tentang rindu Sebelum aku menghilangkanmu Melenyapkan cinta untukmu Ku pandang langit Awan menjauhi Terang melindungi Hampa Biru Hilang sudah rinduku Karangendep, 13 mei 2018

Hujan Jam Empat Sore

Awan hitam memburumu Kau bergegas segera sampai rumah Setelah panas siang tadi Air turun membasahi tanah, menghangatkannya Satu jam hujan berhenti Burung-burung terbang meliuk-liuk di angkasa Angin menyegarkan tubuh dan jiwamu Langit yang muram perlahan sirna Membawa cerah kembali awan berganti Puncak gunung slamet terlihat Mengintip Aku tersenyum Ia melambaikan semburat jingganya Memperlihatkan senja yang kian merona Pikirku ia sedang jatuh cinta Bagaimana tidak? Ia selalu menjadi tegar setelah badai menghantam Ia masih bertahan dengan keindahan agungnya Tak pernah mengeluh Dari sisi mana pun ia tetap cantik Tak di buat-buat Wah Ia benar-benar jatuh cinta. Teruntuk, gunung slamet di depan rumahku. Teluk, 11 April 2018

Lautan Kalbu

Jika terus ku Selami Yang ku temukan hanyalah hatimu Meski ku geledah ruang kalbuku Yang tertulis adalah namamu Ketika nanti aku pergi Yang ku temukan di setiap perjalananku hanyalah kerinduan pada senyummu Dan ketika aku mati Yang ku ingat adalah waktuku bersamamu Purwokerto, 11 April 2018

Embun Pagi

Seolah melayang jiwamu terbang Dirasuki angin Di antara ayam dan katak yang berirama Melantunkan rindu tiada henti Burung-burung bertanggar di antara dahan Menunggu mentari merekahkan sinarnya Pohon-pohon berseru Segarnya pagi ini menambah nikmat syukurku Ketenangan itu masih di dalam kalbu Meski menghalangi jarak pandang Tak perlu khawatir tentang nanti Lebih baik sekarang Menikmati kerinduan embun pagi Dan secangkir hembusan semangat yang menderu Teluk, 11 April 2018

Satu bintang di barat daya

Dibalik tawa terdapat lara Kau terlalu dingin untuk ku sentuh Aku terlalu berapi-api untuk membuat nafasmu peluh Tak jarang bulan memergoki kita bersama Mencipta cinta dari gumpalan rindu Disetiap hari kau dan aku menunggu Peluk menghantarkanku kepada luka Tak terhingga ku lukiskan namamu di langit malam yang temaram Tak lagi ku tau apakah kau juga rindu? Hingga hujan meleraiku untuk berhenti berkelahi dengan waktu Malam berlalu Embun pagi berganti menyisakan pilu Malam datang kembali Bulan memergoki aku sendiri Lalu membawaku kepada bintang Ia juga sendiri Bersinar mengingatkanmu Menunjukkan matamu tersenyum rindu Bintang di barat daya Ternyata ia masih setia Karangendep, 30 Maret 2018

Lembayung senja

Jingga Merekah di barat langit biru Luas Ditemani awan yang gemas menggoda Terliuk-liuk mengikuti alunan bayu yang syahdu Rindu Datang menghantui menuju malam Hitam Membekukan hati yang terluka Menjelma hingga embun meluluhkannya Jarak Diantara sabda-sabda yang agung Tercipta jutaan rasa terpendam Melabuhkan diri di pangkuan sang senja Terjawab oleh waktu karena tak tahan melihatnya bermuram durja Tanya Terlalu besar untuk sebuah kata yang terangkai manja Kapan waktu itu akan datang? Saat kau menjemputku dalam kerinduan Mungkin senja menjadi jawaban Purwokerto, 29 Maret 2018