Langsung ke konten utama

Lembayung senja

Jingga
Merekah di barat langit biru
Luas
Ditemani awan yang gemas menggoda
Terliuk-liuk mengikuti alunan bayu yang syahdu

Rindu
Datang menghantui menuju malam
Hitam
Membekukan hati yang terluka
Menjelma hingga embun meluluhkannya

Jarak
Diantara sabda-sabda yang agung
Tercipta jutaan rasa terpendam
Melabuhkan diri di pangkuan sang senja
Terjawab oleh waktu karena tak tahan melihatnya bermuram durja

Tanya
Terlalu besar untuk sebuah kata yang terangkai manja
Kapan waktu itu akan datang?
Saat kau menjemputku dalam kerinduan
Mungkin senja menjadi jawaban

Purwokerto, 29 Maret 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laron-laron

Laron-laron yang mencintai cahaya.. Datang ketika terang, pulang ketika redup Laron-laron yang mencintai cahaya.. Jangan patahkan aku, jika dia ternyata sepertimu Laron-laron yang mencintai cahaya.. Jangan biarkan hujan membuat hatiku beku menunggu Laron-laron yang mencintai cahaya.. Terbanglah Hiduplah sesukamu Biarlah hanya aku yang merasakan pilu..

Hujan Jam Empat Sore

Awan hitam memburumu Kau bergegas segera sampai rumah Setelah panas siang tadi Air turun membasahi tanah, menghangatkannya Satu jam hujan berhenti Burung-burung terbang meliuk-liuk di angkasa Angin menyegarkan tubuh dan jiwamu Langit yang muram perlahan sirna Membawa cerah kembali awan berganti Puncak gunung slamet terlihat Mengintip Aku tersenyum Ia melambaikan semburat jingganya Memperlihatkan senja yang kian merona Pikirku ia sedang jatuh cinta Bagaimana tidak? Ia selalu menjadi tegar setelah badai menghantam Ia masih bertahan dengan keindahan agungnya Tak pernah mengeluh Dari sisi mana pun ia tetap cantik Tak di buat-buat Wah Ia benar-benar jatuh cinta. Teruntuk, gunung slamet di depan rumahku. Teluk, 11 April 2018