Dibalik tawa terdapat lara
Kau terlalu dingin untuk ku sentuh
Aku terlalu berapi-api untuk membuat nafasmu peluh
Aku terlalu berapi-api untuk membuat nafasmu peluh
Tak jarang bulan memergoki kita bersama
Mencipta cinta dari gumpalan rindu
Disetiap hari kau dan aku menunggu
Mencipta cinta dari gumpalan rindu
Disetiap hari kau dan aku menunggu
Peluk menghantarkanku kepada luka
Tak terhingga ku lukiskan namamu di langit malam yang temaram
Tak lagi ku tau apakah kau juga rindu?
Hingga hujan meleraiku untuk berhenti berkelahi dengan waktu
Tak terhingga ku lukiskan namamu di langit malam yang temaram
Tak lagi ku tau apakah kau juga rindu?
Hingga hujan meleraiku untuk berhenti berkelahi dengan waktu
Malam berlalu
Embun pagi berganti menyisakan pilu
Malam datang kembali
Bulan memergoki aku sendiri
Lalu membawaku kepada bintang
Ia juga sendiri
Bersinar mengingatkanmu
Menunjukkan matamu tersenyum rindu
Embun pagi berganti menyisakan pilu
Malam datang kembali
Bulan memergoki aku sendiri
Lalu membawaku kepada bintang
Ia juga sendiri
Bersinar mengingatkanmu
Menunjukkan matamu tersenyum rindu
Bintang di barat daya
Ternyata ia masih setia
Ternyata ia masih setia
Karangendep, 30 Maret 2018
Komentar