Salam hangat mentari pagi menyinari wajah usangku
Semua bayangan masih setia mengikuti
Tak akan lari sampai semuanya pergi
Aku berjalan ke timur
Pelan melewati jembatan yang airnya keruh dan meluap karena semalam hujan lebat
Desa ini selalu hijau
Sejak aku kecil sampai sekarang aku beranjak dewasa
Menjadi tempat paling bersaksi bahwa kita pernah bersama
Melewati tawa dengan dinginnya malam oleh angin utara
Ini tempat favoritku
Disini aku bisa mengingatmu
Sepagi ini, aku telah mengingatmu lagi
Membayangkan saat kita masih bersama dulu
Senyum yang terus kau berikan saat aku berada tepat di depanmu
Merasakan hangatnya nafasmu seperti hangatnya mentari pagi ini
Sampai akhirnya kau pergi
Bersama alasan yang tak pernah memberiku sedikit pun ruang untuk mengerti
Kau tetap pergi
Meski aku masih disini
Malam-malam ku lalui tanpamu
Pelukan hangat tergantikan oleh dingin dan membeku
Aku rindu hingga tak lagi ku rasakan bagaimana rindu
Malam-malam kita telah berlalu
Hanya bayang-bayang yang masih erat memelukmu
Hampa
Karena nafas kita tak lagi satu nan menderu
Purwokerto, 15 April 2016
Semua bayangan masih setia mengikuti
Tak akan lari sampai semuanya pergi
Aku berjalan ke timur
Pelan melewati jembatan yang airnya keruh dan meluap karena semalam hujan lebat
Desa ini selalu hijau
Sejak aku kecil sampai sekarang aku beranjak dewasa
Menjadi tempat paling bersaksi bahwa kita pernah bersama
Melewati tawa dengan dinginnya malam oleh angin utara
Ini tempat favoritku
Disini aku bisa mengingatmu
Sepagi ini, aku telah mengingatmu lagi
Membayangkan saat kita masih bersama dulu
Senyum yang terus kau berikan saat aku berada tepat di depanmu
Merasakan hangatnya nafasmu seperti hangatnya mentari pagi ini
Sampai akhirnya kau pergi
Bersama alasan yang tak pernah memberiku sedikit pun ruang untuk mengerti
Kau tetap pergi
Meski aku masih disini
Malam-malam ku lalui tanpamu
Pelukan hangat tergantikan oleh dingin dan membeku
Aku rindu hingga tak lagi ku rasakan bagaimana rindu
Malam-malam kita telah berlalu
Hanya bayang-bayang yang masih erat memelukmu
Hampa
Karena nafas kita tak lagi satu nan menderu
Purwokerto, 15 April 2016
Komentar