Langsung ke konten utama

Tatapan Malam

Dua bola mata yang sayu
Menatap langit
Kemana angin akan membawa luka pergi?
Yang tersembunyi dalam gelapnya awan

Malam ini terang
Tapi dingin membuatnya kehilangan arti

Dengan sayu, hati memohon
"Langit, hangatkanlah malam dengan bintang-bintang,
Berikan senyuman sang rembulan,
Rengkuhlah dengan angin yang tenang"

Seketika embun pagi membekas di kulit
Mentari bersinar melepas kebekuan
Kicau burung mengejutkan,
Datang membawa berita gembira
Melukis senyuman bola-bola yang berbinar

Purwokerto, 27 Februari 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laron-laron

Laron-laron yang mencintai cahaya.. Datang ketika terang, pulang ketika redup Laron-laron yang mencintai cahaya.. Jangan patahkan aku, jika dia ternyata sepertimu Laron-laron yang mencintai cahaya.. Jangan biarkan hujan membuat hatiku beku menunggu Laron-laron yang mencintai cahaya.. Terbanglah Hiduplah sesukamu Biarlah hanya aku yang merasakan pilu..

Hujan Jam Empat Sore

Awan hitam memburumu Kau bergegas segera sampai rumah Setelah panas siang tadi Air turun membasahi tanah, menghangatkannya Satu jam hujan berhenti Burung-burung terbang meliuk-liuk di angkasa Angin menyegarkan tubuh dan jiwamu Langit yang muram perlahan sirna Membawa cerah kembali awan berganti Puncak gunung slamet terlihat Mengintip Aku tersenyum Ia melambaikan semburat jingganya Memperlihatkan senja yang kian merona Pikirku ia sedang jatuh cinta Bagaimana tidak? Ia selalu menjadi tegar setelah badai menghantam Ia masih bertahan dengan keindahan agungnya Tak pernah mengeluh Dari sisi mana pun ia tetap cantik Tak di buat-buat Wah Ia benar-benar jatuh cinta. Teruntuk, gunung slamet di depan rumahku. Teluk, 11 April 2018